Gerobakonline
2581886163228386711

Bertahan hidup ketika mengisolasi diri. ini tipsnya!!

Bertahan hidup ketika mengisolasi diri. ini tipsnya!!

bertahan hidup ketika mengisolasi diri. ini tipsnya!!



Setelah kota Wuhan, Provinsi Hubei dilanda novel Coronavirus (nCov) atau virus Korona. Banyak kota-kota lainnya juga yang terjangkit, bukan hanya di China. Namun merambah keseluruh dunia termasuk Indonesia .

Tentunya bukanlah hal yang diinginkan bila kota kita meminta pada setiap warganya untuk mengisolasi diri. Walau itu jalan terbaik untuk mencegah penyebaran penyakit lebih parah lagi.


Jika kamu sudah memutuskan untuk mengisolasi diri sendiri guna menghindari virus corona, jangan lupa untuk tetap memperhatikan beberapa hal yang bisa membantu Anda, keluarga, dan kerabat untuk tetap bertahan.

Berikut cara bertahan ketika mengisolasi diri:

-Siapkan kebutuhan dasar

Kumpulkan kebutuhan dasar Anda seperti air, makanan, susu untuk bayi. Musibah semacam ini bisa membuat kota tak beroperasi seperti biasanya. Makanan yang merupakan kebutuhan dasar bisa tidak tersedia sama sekali.

“Pertama kita merujuk dari teori piramida kebutuhan Maslow. Pastikan sumber daya seperti makan tersedia untuk beberapa hari kedepan.jangan lupa untuk tetap memperhatikan asupan makanan yang sehat.

Air
Siapkan kebutuhan airmu. Pastikan air yang kamu minum adalah air matang dan tertutup rapat penyimpanannya. Direkomendasikan untuk anda menyiapkan air minum gelas atau cup sebagai upaya mendapatkan air lebih higienis.

Selain menyiapkan air, seorang ahli gizi Samantha Cassetty juga memberikan sejumlah rekomendasi jenis makanan yang harus kamu siapkan saat mengisolasi diri.



  Buah-buahan
1. Pilih buah-buahan tahan lama
mengisolasi diri membutuhkan waktu yang lumayan lama, pilihlah jenis buah yang tahan lama. Kamu bisa membeli buah pisang, apel, anggur dan jeruk.

Jenis buah ini dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Buah ini bisa lebih tahan lama jika disimpan di lemari es.

2. Buah beku
Selain buah segar, buah yang bisa dibekukan seperti nanas, mangga dan buah persik. Buah-buahan yang mengandung fitonutrien ini dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

3. Buah beku kering
cobalah untuk membeli berbagai macam buah-buahan kering seperti blueberry, mangga.

4. Buah kalengan
Buah kalengan adalah pilihan yang cukup praktis. Tapi, kamu harus ingat, sebaiknya pilihlah buah kalengan yang tidak ada tambahan gulanya.


Sayuran
1. Sayuran seperti bayam, kembang kol harus menjadi fondasi sebagian besar makanan Anda selama Anda tinggal di rumah.

Pilihan lainnya, kangkung dan wortel untuk memberikan nutrisi yang cukup bagi tubuh Anda sekaligus variasi makanan di rumah.

3. Sayuran kalengan misalnya zaitun kalengan juga bisa menjadi pilihan yang bagus untuk Anda makan.


Protein
1. Kacang-kacangan dan pastikan tidak ada garam tambahan. Kalaupun ada, bilas dulu dengan air mengalir sehingga sebagian natrium bisa hilang.

Sejumlah kacang yang bisa menjadi pilihan antara lain pistachio, kacang tanah dan kacang almond untuk meningkatkan nutrisi dan rasa dari berbagai makanan dan camilan.

Di sisi lain, bisa juga biji yang kaya serat seperti biji labu, biji chia dan biji rami untuk memasok protein, dan dapat ditambahkan ke sarapan Anda atau digunakan untuk salad, sayuran tumis.

2. Ikan kalengan seperti tuna kaleng, salmon, dan sarden adalah pilihan terbaik. Pedoman diet menganjurkan Anda mengonsumsi dua porsi makanan laut setiap minggu.

3. Keju
Bila disimpan dengan benar, beberapa jenis keju seperti cheddar dapat bertahan lebih dari dua minggu. Keju parut bisa bertahan lebih lama saat beku.

4. Telur
Telur yang disimpan dalam karton di atas rak lemari es bisa bertahan selama sekitar tiga minggu. Telur rebus bisa tetap bagus selama sekitar satu minggu.

5. Susu
Secangkir susu sapi mengandung 8 gram protein, lebih banyak dari telur.



Alternatif
1. Pasta dan mi instan sangat cocok untuk menemani sayuran dan sumber makanan kaya protein.



Ciptakan rasa aman

Perasaan takut bisa membuat keadaan semakin memburuk. Karena itu, Anda harus melakukan hal-hal yang bisa menenangkan psikologis Anda.

“Kemudian, rasa aman adalah hal yang penting. Kalau dalam kasus ini. Penyebaran penyakit sangat besar terjadi. Untuk itu, kita bisa tidak berkontak langsung dengan banyak orang. Karena kita tak tahu mereka terkena virus atau tidak. Lalu lakukan upaya pencegahan yang sudah diinformasikan," terang Yulius.

"Misalnya cuci tangan habis pegang barang, jangan makan sembarangan dan lain-lain. Ini tujuannya membut rasa aman secara psikologis buat diri kita,” paparnya.
-Berhubungan dengan orang lain
Isolasi membuat Anda tak bisa bersosialisasi. Namun saat ini Anda sudah berada di era teknologi canggih. Saat hal ini terjadi, pastikan Anda terus terhubung dengan orang lain, terutama keluarga. Ini bisa mengurangi risiko depresi. Anda bisa berkomunikasi dengan menggunakan smartphone.

“Setelah itu kita butuh kontak dengan orang lain. Bila ini terbatas, kan sekarang sudah jaman teknologi. Kita bisa hubungi kerabat kita yang ada di luar, di kota lain yang bisa memberikan sedikit kebutuhan kita. Mereka bisa membantu kita dalam hal bersosialisasi yang hilang saat itu. Walaupun tak bertatap muka, ini bisa jadi subtitusi, tidak kosong-kosong banget,” jelasnya.






Detail Pemesanan

Bertahan hidup ketika mengisolasi diri. ini tipsnya!!
Bertahan hidup ketika mengisolasi diri. ini tipsnya!!
Jumlah: : :
Sub-Total :

*Belum termasuk Ongkos kirim

check_circle_outline Produk Lainnya